Fakta Dan Kontroversi Dibalik Lagu Sympathy For The Devil, Rolling Stones

hal yang perlu tahu tentang lagu sympathy for the devil rolling stonesPada tau kan lagu Sympathy For The Devil? yup, ini merupakan salah satu masterpieces dari band rock n roll paling legendaris sepanjang masa “The Rolling Stones”. Lagu ini diciptakan oleh duet Mick Jagger – Keith Richard dan masuk dalam album Beggars Banquet (rilis tahun 1968) yang merupakan album studio ke 9 dari band asal Inggris tersebut.

Awalnya lagu ini diberi titel “The Devil Is My Name” yang saat itu cukup relevan dengan citra para personil band ini (terutama Jagger dan Richards) yang identik dengan drugs, alcohol dan tentunya wanita yang diintepretasikan sebagai prilaku sang iblis itu sendiri. Namun dalam beberapa kesempatan, Jagger, yang berperan sebagai komposer utama lagu ini menceritakan bahwa ia terinspirasi dari novel The Master and Margarita karya Mikhail Bulgakov, seorang pengarang Rusia dan kumpulan puisi karya Charles Baudelaire.

Lagu ini sendiri berisi penghormatan atau simpati ironi terhadap iblis yang disimbolisasikan dengan berbagai peristiwa kekejaman yang dilakukan umat manusia sepanjang zaman. Jagger dan Richard memang mengangkat sejumlah peristiwa penting dan bersejarah dalam peradaban manusia dengan mengambil sudut pandang sang iblis itu sendiri yang disini seolah dijadikan pembaca narasi.

Stanza pertama dan kedua seolah menjadi salam perkenalan sang iblis, coba baca atau lebih baik lagi nyanyikan liriknya,

sympathy-lirik-1Iblis menegaskan bahwa ia telah ada di dunia dan mencuri jiwa manusia sejak ribuan tahun lalu, salam pembuka yang cukup impresif bukan?

sympathy-lirik-2

Kalimat yang mengacu pada sidang dan penyaliban Jesus Christ (Pilate atau lengkapnya Pontius Pilate adalah seorang gubernur di propinsi Judea di bawah kekaisaran Romawi pada tahun – tahun awal pada penanggalan Masehi yang menghukum Jesus) menjadi kontroversi awal dari kontroversi – kontroversi lain yang akan terdapat pada lagu Shympathy for the Devil ini.

Bagaimana sifat iblis itu sendiri dijelaskan dalam bagian reffrain yang bila diterjemahkan kira – kira akan berbunyi :

“Senang bertemu denganmu, coba terka siapa saya, menyesatkan umat manusia adalah permainan saya”.

Sang iblis memberi deskripsi yang lebih jelas lagi pada narasinya melalui alinea – alinea berikutnya dimana ia “ikut berjasa” pada peristiwa – peristiwa historik dalam sejarah peradaban umat manusia, atau setidaknya ia merasa begitu.

sympathy-lirik-3

Iblis mengklaim membunuh Tsar dan menteri – menterinya dan Anastasia (putri Tsar) menjerit putus asa, kalimat yang termaktub dalam alinea keempat ini sepertiya mengacu pada peristiwa pembunuhan Tsar Nicholas II, Tsar terakhir dari dinasti Romanov sebagai bagian dari Revolusi Rusia atau dikenal juga sebagai Revolusi Bolshevik yang seperti diketahui mengubah kiblat Rusia dari sistem monarki imperial menjadi paham komunis marxis.

sympathy-lirik-4

Alinea ini sangat mungkin mengacu pada Perang Dunia ke II dimana Jerman melancarkan manuver blitzkrieg dengan tank, pesawat tempur dan artileri berat lainnya, sebuah strategi perang dahsyat dan sangat efektif yang diciptakan oleh militer Jerman (Nazi) yang menimbulkan korban sangat masif di pihak musuh, hal ini di simbolkan dengan kalimat “mayat – mayat bergelimpangan (bodies stank)”.

sympathy-lirik-5

Betapa gembiranya sang iblis saat ia menyaksikan raja dan ratu berperang selama puluhan dekade atau ratusan tahun “Atas Nama Tuhan” yang (menurut sang iblis) diciptakan sendiri oleh para raja dan ratu tersebut. Kegirangan sang iblis diungkapkannya melalui kata – kata yang terdapat pada alinea ke 7 itu konon terinspirasi dari perang ratusan tahun antara kerajaan Inggris dan kerajaan Prancis pada sekitar abad 14 – 15 M.

sympathy-lirik-6

“Siapa yang membunuh Kennedy? tanya sang iblis, ia menjawab sendiri bahwa yang membunuh (John dan Bobby) Kennedy sebenarnya adalah kamu dan aku dan kita semua, ini menurut sang iblis loh ya.

Mungkin, dan ini merupakan asumsi penulis, yang dimaksud membunuh mungkin bukan secara harafiah menembakan senjata yang mengakhiri hidup Presiden dan Senator Amerika tersebut melainkan mematikan ide dan konsep perdamaian, kesetaraan hak, human rights dan nilai – nilai lain yang diperjuangkan dua kakak beradik tersebut.

Sekali lagi, ini merupakan asumsi yang ga penting, yang penting pembaca cukup tau aja, ga usah bilang siapa – siapa.

Oke, lanjut yaa,

sympathy-lirik-7

Penulis sedikit kebingungan dengan maksud Jagger dan Richard pada bagian ini, namun menurut beberapa pengamat, kata Troubadours, yang secara harafiah adalah sekelompok atau seorang yang memiliki profesi menyajikan hiburan tarian dan nyanyian, dirujuk pada sekelompok hippie yang melakukan perjalanan melalui jalur lewat darat ke India pada masa keemasan kaum hipie.

Disebutkan bahwa banyak diantara mereka terbunuh dan dirampok oleh kawanan penyelundup obat bius, untuk arti sebenarnya mungkin pembaca budiman bisa tanya langsung pada Mick Jagger atau pada sang iblis sendiri.

sympathy-lirik-8

Well jelas bukan, menurut polisi dan kriminal itu sama sajaa, begitu pula dengan pendosa dan orang suci, lagi – lagi, ini menurut iblis yaa, ga usah ikutan baper dan malah nambah panjang daftar kontroversi di negeri ini ya.

Satu lagi, di stanza ini pula iblis mengungkap jati dirinya, ia meminta dipanggil sebagai Lucifer, sang maharaja iblis atau dajjal.

Sudah tau kan, kalau sudah maka iblis meminta (umat manusia) untuk menaruh sedikit rasa hormat dan simpati apabila bertemu dengannya. Tapi sang iblis masih “berbaik hati” untuk memberi saran pada umat manusia untuk mulai belajar tentang kesopanan, tata krama dan kebaikan, atau ia akan datang dan mencuri jiwa mereka, wah ngeri yah

Dari segi musikalitas, lagu Shympathy for the Devil ini bisa dibilang sangat berkualitas namun cukup easy listening, masuknya sejumlah instrumen yang eksotis seperti conga pada awal lagu, teriakan whoo whoo dan beragam corak musik, tak hanya rock n roll, namun juga ada unsur jazz, blues dan latin membuat lagu ini semakin enak di dengar, pasti kalian setuju kan.

Stoners harus tau

Majalah Rolling Stone manempatkan lagu Shympathy for the Devil pada urutan 32 dari daftar 500 lagu terbaik sepanjang masa versi mereka.

Icon new wave film asal Prancis, Jean Luc Godard membuat rekaman lagu ini yang diberi judul 1960’s American Sub Culture.

Pada pembuatan film pada bulan Juni 1968, lampu film mendadak koslet dan memicu kebakaran yang menghanguskan sebagian besar peralatan band, namun ajaibnya rekaman film ini selamat walafiat tanpa kurang satu apapun.

Shympathy for the Devil termasuk lagu Rolling Stones yang paling banyak di cover oleh sejumlah musisi lain, paling diingat mungkin Guns N Roses yang membawakan lagu ini dalam versi mereka untuk soundtrack film “Interview with The Vampire”.

Selain GNR, artis terkenal lain yang tercatat memiliki cover version lagu Shympathy for the Devil dalam album mereka antara lain, Sandie Shaw, Incubus Succubus, Jane’s Addiction, The Attack, Ozzy Osbourne hingga Motorhead, daftar tersebut belum termasuk band atau performer yang membawakannya live dalam konser mereka.

Kalimat “who killed The Kennedy’s” awalnya berbunyi “who killed Kennedy” (tunggal tanpa tambahan “s” dibelakangnya) namun dirubah menjadi bentuk jamak ketika Robbert Kennedy juga diberitakan terbunuh ketika lagu ini sedang dalam proses rekaman.

Mitos yang menyebutkan bahwa seorang fans bernama Meredith Hunter terbunuh oleh anggota Hells Angels (gank motor Harley yang menjadi pengawal Sones) saat Jagger dkk membawakan lagu ini adalah salah, saat peristiwa yang terjadi di tengah konser di Altamont Free Concert pada tahun 1969 itu, Stones sedang membawakan lagu “Under My Thumb”, namun karena reaksi publik, band ini memutuskan untuk tidak membawakan lagu Shympathy for the Devil dalam konser mereka untuk 7 tahun berikutnya.

Untuk melihat video konser Rolling Stoes di Altamont Free Concert saat lagu Sympathy for the Devil silahkan scroll ke bawah, perhatikan situasi masih aman – aman saja meskipun anggota The Hells Angels terlihat siaga lengkap dengan anjing herder di atas panggung.

Terakhir, meskipun dalam beberapa kesempatan Jagger menyatakan lagu ini hanyalah sebuah lagu yang mengkritik peristiwa kekejaman yang dilakukan umat manusia, namun pernyataan itu sedikit bertolak belakang dengan penampilan Jagger dan bandnya pada acara Rock n Roll Circus tahun 1968 ketika itu penyanyi flamboyan ini membawakan Shympathy for the Devil dalam keadaan telanjang bulat hanya “ditutupi” tato temporer di sekujur tubuhnya.

Nah itu adalah interpretasi sepihak dari penulis tentang makna dari lirik lagu Shympathy for the Devil, mungkin kalian memiliki pengertian atau pengartian sendiri, jangan ragu untuk memulai diskusi dengan berkomentar di bawah ya.

Satu pemikiran pada “Fakta Dan Kontroversi Dibalik Lagu Sympathy For The Devil, Rolling Stones

  1. Ping balik: Mengenang Detik – detik Peristiwa Tiananmen – Cukup Tau Aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s