Misteri Keturunan Kartini

Ibu kita Kartini, itu adalah penggalan syair dari lagu nasional yang sangat melegenda. Lagu tersebut adalah epos atau kisah kepahlawanan dari seorang wanita Jawa tulen puteri bupati Jepara yang kemudian menjadi istri dari bupati Rembang.

Wanita kelahiran 21 April 1879 itu kemudian hari dikenal sebagai Pahlawan Nasional pelopor kebangkitan wanita pribumi, sejak 1964, hari lahirnya pun diperingati setiap tahun sebagai Hari Kartini. Tokoh yang gemar surat menyurat / korespondensi ini juga secara non formal kerap dianggap sebagai ibu bagi semua anak – anak Indonesia hingga hari ini.

Namun tahukah sobat CTA bahwa hanya ada satu manusia di dunia ini yang benar – benar berhak memanggil perempuan bernama lengkap Raden Adjeng Kartini itu dengan sebutan “Ibu”? Ialah Raden Mas Soesalit Djojoadhiningrat (lahir 13 September 1904), satu – satunya anak yang lahir dari rahim Kartini, sayangnya sang anak tak sempat memanggil bundanya dengan sebutan ibu karena 4 hari setelah melahirkan anak pertamanya itu Kartini dipanggil Yang Maha Kuasa.

anak ra kartini

Soesalit sendiri konon merupakan akronim alias singkatan dalam bahasa Jawa yaitu “Soesah Naliko Alit” atau susah / sengsara di masa kecil, nama tersebut diberikan karena si jabang bayi tidak pernah mengenal ibunya, dari sini jelas bila nama tersebut bukan diberikan oleh sang bunda.

Soesalit memiliki saudara tiri satu ayah bernama Abdoelmadjid Djojoadhiningrat yang dikemudian hari menjadi fungsionaris dari Partai Sosialis Indonesia dan sempat ditunjuk menjadi Menteri Muda Urusan Sosial pada era Kabinet Sjahrir III.

RM Soesalit aktif dalam aktifitas perjuangan, karir militernya dimulai dari PETA (Pembela Tanah Air) dimana ia berhasil mencapai pangkat tertingginya sebagai Mayor Jenderal, namun setelah kemerdekaan di masa Reorganisasi – Rasionalisasi Angkatan Perang Republik Indonesia tahun 1948 atau lebih dikenal sebagai Re – Ra, pangkatnya kemudian diturunkan menjadi Kolonel.

Meski demikian Soesalit ditunjuk mewakili eks PETA dan Laskar dalam Komisi 3 Jenderal pada program Re – Ra tersebut bersama dengan Abdul Haris Nasution yang mewakili kalangan Perwira – perwira muda serta Mayjen Suwardi selaku perwakilan eks KNIL.

Semasa berdinas di kemiliteran, Soesalit pernah menduduki beberapa jabatan strategis diantaranya sebagai Komandan Brigade V Divisi II yang membawahi Cirebon hingga tahun 1946, kemudian diangkat menjadi Panglima Divisi III Diponegoro membawahi wilayah Yogyakarta hingga  Magelang (Oktober 1946-1948), Panglima Komando Pertempuran Daerah Kedu dan sekitarnya tahun 1948 terakhir menjadi perwira yang diperbantukan pada Staff Angkatan Darat di Kementerian Pertahanan.

Putra pertama dan satu – satunya dari R.A Kartini tersebut meninggal di Jakarta pada 17 Maret 1962, Soesalit dikebumikan berdampingan dengan sang Ibunda yang tak pernah dikenalnya di komplek pemakaman Kartini di Desa Bulu, Rembang.

Menelusuri Jejak Penerus RA Kartini

Apakah keturunan pahlawan emansipasi itu berakhir pada Soesalit? Ternyata tidak, putra tunggal Kartini itu rupanya memiliki seorang putra bernama Boedi Setyo Soesalit hasil pernikahannya dengan Siti Loewijah, hanya sayangnya Boedi tak pernah memanggil ayah untuk Soesalit karena sang bapak keburu meninggal sebelum menyaksikan kelahiran putranya tersebut.

Disebutkan Boedi mewarisi kecerdasan dari sang ayah dan neneknya, ia pernah ditawari beasiswa untuk studi ke Australia namun tidak diambilnya karena Boedi saat itu lebih memilih untuk bekerja pada salah sebuah perusahaan swasta.

Sayang seribu sayang sejak Boedi inilah jejak keturunan Kartini seperti menghilang dan sulit untuk di deteksi lagi. Meski disebutkan memiliki 5 orang anak dari pernikahannya dengan Sri Bijantini namun nama dan jejak langkah cicit – cicit Kartini seolah hilang dari radar, Bijantini dan anak – anaknya konon lebih memilih untuk diam saja dan tak pernah menyebutkan identitasnya sebagai keturunan R.A Kartini yang legendaris itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s